Demam Dilan 1990, Teknisi Pun Bisa

Posted on

Semua kok pada ngomongin Dilan 1990, ya ikut-ikutan aja. Tapi kali ini kita melihat dari sisi yang berbeda, paling tidak berbeda dengan yang umumnya orang ngeliat.

Demam Dilan 1990, Teknisi Pun BisaApa yang orang liat pada film Dilan 1990 kebanyakan adalah tentang romantisme cinta anak muda, yang menurut saya justru ga perlu banget untuk ditiru, mending romantisme cinta itu di munculkan setelah menikah, wuiih pasti tambah mantep.

Eh, bagaimana kalau romantisme cinta itu ditumbuhkan antara seorang teknisi laptop dengan laptopnya ?? Pasti seru banget ini. Cinta pasti akan mendekatkan dan bahkan menyatukan perasaan antara satu dengan yang lain, antara teknisi laptop dengan laptopnya.

Jadi intinya adalah perlu juga ada romantisme antara kita, sebagai teknisi, dengan apapun yang kita garap. Saya yakin banyak yang setuju dengan pendapat ini. Ketika kita sedang mengerjakan laptop yang black screen atau no display, coba bayangkan jika laptop tersebut adalah seorang wanita yang sangat kita cintai ( istri kita ) yang sedang mengalami sakit dimana wajahnya gelap menghitam, wajahnya layu tidak memunculkan cahaya sama sekali, padahal sebelumnya wajahnya begitu cerah bak bulan purnama, penuh dengan pancaran cinta. Tentu kita akan lebih telaten mencari solusi dari masalah tersebut.

Ini akan berbeda jika tidak ada sama sekali romantisme tersebut. Kita akan mengerjakannya dengan asal-asalan, jika belum berhasil kita mudah sekali putus asa dan lebih memilih untuk pindah ke lain hati ( baca : ganti laptop lain ).

Setidaknya pelajaran romantisme cinta pada film Dilan 1990 bisa kita terapkan pada aktifitas kita sebagia teknisi laptop, atau teknisi apapun selain laptop. Sya kira ini lebih wow…

4 thoughts on “Demam Dilan 1990, Teknisi Pun Bisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *