Men-Digital-kan Kehidupan

Posted on

Kehidupan yang memiliki jutaan corak dan warna kadang-kadang membawa manusia kedalam kondisi yang tidak menentu sehingga menggeser prinsip yang selama ini dipegang dengan teguh, jika tidak dibarengi dengan “otot kawat tulang besi” ( kuat menggenggam keyakinan, red. ).

Men-Digital-kan KehidupanMen-digital-kan kehidupan adalah memetakan kehidupan kedalam dua kondisi saja, Benar dan Salah. Sebagaimana prinsip digital, 0 dan 1, kalau tidak 0 ya 1, tidak ada nilai yang lain. Jika kita dihadapkan dengan sebuah kondisi maka kita akan secara otomatis menggolongkan kondisi tersebut ke dalam kondisi benar ( baik dan sesuai dengan aturan ) atau kita memasukkannya ke dalam status salah ( tidak baik dan tidak sesuai dengan aturan dan prinsip yang selama ini dipegang ). Dengan pemetaan ini maka akan memudahkan kita untuk mengambil langkah yang jelas tanpa ada status ragu-ragu.

Kondisi yang remang-remang, sepertinya benar namun kayaknya ada yang tidak beres, inilah yang sering menjerumuskan manusia kedalam kesalahan yang jika terlalu sering terjadi bisa saja menerjang prinsip baku kehidupan, ini akan berbahaya sekali.

Digitalisasi hidup berdampak kepada ketenangan jiwa. Kondisi yang belum jelas, digolongkan kedalam “Salah”, dan kita tidak mungkin melakukannya berdasarkan prinsip positif kehidupan. Demikian juga jika kita bertemu dengan kondisi “Benar”, maka kita tidak lagi ragu-ragu untuk memperjuangkannya dan menularkannya kepada sebanyak-banyak orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *